metode penelitian-surata
BAB
III
METODE
PENELITIAN
Di dalam melakukan sebuah penelitian penggunaan metode
yang tepat merupakan salah satu hal yang sangat penting, di mana dari metode
yang dipergunakan tersebut kita bisa mengetahui jenis penelitian yang dilakukan
oleh peneliti tersebut karena menyangkut cara atau teknis yang dipakai dalam
proses penelitian terhadap sebuah fenomena yang terjadi. Di samping juga
ditentukan oleh kecermatan peneliti dalam melakuakan penyelidikan terhadap
suatu fenomena yang akan di teliti di lapangan. Dengan demikian metode
penelitian tidak saja bertujuan untuk memberikan peluang sebesar-besarnya bagi
penemuan kebenaran yang objektif, tetapi juga untuk menjaga agar pengetahuan
dan pengembangannya memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Jadi penelitian adalah
bertujuan untuk menemukan kebenaran atau fakta yang berada di dalam masyarakat
(Redi Gunawirawan, 2009:25). Dalam memilih metode penelitian peneliti harus
memiliki ide agar metode yang dilakukan berjalan lancar. Maka diperlukan
kejelian seorang peneliti merumuskan
tujuan penelitian yang ingin dicapai sehingga dapat dengan mudah menemukan
metode penelitian yang akan dipakai memecahkan permasalahan atau pertanyaan
dalam penelitian yang dilakukan. Sehubungan dengan penulisan penelitian ini
makan gambaran tentang metode penelitian yang dipergunakan dalam penyusunan
peneliti ini adalah sebagai berikut :
3.1. Rancangan Penelitian
Penelitian terhadap
keberadaan tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Adat Ababi, Kecamatan
Abang, Kabupaten Karangasem ini mempergunakan jenis penelitian kualitatif. Yang
mana dalam penelitian ini peneliti mencoba menggambarkan keberadaan Nyepi Adat
di Desa Adat Ababi baik dari segi makna, nilai dan peranannya di dalam masyarakat.
Dengan kata lain, penelitian kualitatif yang prosedur yang menghasilkan menjelaskan
data yang bersumber dari tulisan atau ngkapan tingkah laku yang dapat
diperbaiki dari manusia. Jadi dengan adanya rancangan penelitian yang matang
akan dapat memberikan sebuah catak biru di dalam mempelajari
pertanyaan-pertanyaan sosial dan mengantisipasi permasalahan yang muncul.
Selain itu dalam penelitian ini peneliti menggunakan
pendekatan etnografi, mengingat dalam penelitian ini fokusnya adalah menjelaskan
suatu kejadian atau fenomena-fenomena yang terjadi di dalam masyarakat.
Maksudnya adalah penelitian yang dilakukan ditujukan terhadap nilai-nilai,
keyakinan-keyakinan, norma-norma, tradisi-tradisi atau kebiasaan-kebiasaan, dan
praktik Nyepi Adat Luh dan Nyepi Adat Muani kehidupan sehari-hari masyarakat
Desa Adat Ababi.
3.2. Lokasi
Penelitian
Dalam melakukan sebuah
penelitian diperlukan adanya tempat atau lokasi penyelenggarakan
penelitian, termasuk menggali informasi yang ada nantinya dijadikan sebuah data
guna memperkuat hasil penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini yang
dimaksudkan dengan lokasi penelitian adalah tempat peneliti mengambil data da
tempat penelitian yang dilaksanakan. Dengan demikian sesuai dengan permasalahan
yang akan dikaji dalam penelitian ini, maka dalam hal ini penulis menentukan
lokasi penelitian ditetapkan pada Desa Adat Ababi, Kecamatan abang, Kabupaten
Karangasem, tepatnya di sebelah utara wisata tirtagangga. Ini dilakukan karena
di Desa Adat Ababi terdapat sebuah tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani , hal ini
memancing keinginan peneliti untuk mengkaji keberadaanya di masyarakat.
3.3. Subyek Penelitian
Subjek penelitian
adalah setiap benda, orang atau individu yang akan kita selidiki. Ke dalam
pengertian ini termasuk manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun benda-benda. Bahwa
subjek penelitian adalah segala benda, hal, atau orang tempat data untuk
variabel penelitian melekat, dan yang dipermasalahkan. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa sujek penelitian adalah segala sesuatu yang yang dapat
memberikan keterangan terhadap hal yang akan diteliti dan dikaji baik itu
berupa benda, hewan, tumbuhan, danmanusia. Subjek penelitian yang dimaksudkan
dalam penelitian ini adalah.(Redi Gunawirawan, 2009:28)
1.
Para
Prajuru Desa Adat Ababi, mereka dipilih sebagai subjek karena mereka tahu
tentang keberadaan dan penerapan Nyepi Adat di dalam masyarakat Desa Adat
Ababi. Dalam artian mereka dapat memberikan informasi yang jelas tentang
keberadaan, penerapan, fungsi serta tujuan dari Nyepi Adat tersebut selama ini.
Informasi yang didapatkan berdasarkan pengalaman dan wewenang mereka di
dalam mengatur desa.
2.
Jero Mangku Desa Adat Ababi, dipilih sebagai subjek penelitian
karena Jero Mangku Desa mengetahui
penerapan Nyepi Adat Luh dan Nyepi Muani dalam kehidupan beragama masyarkat
Desa Adat Ababi.
Terkait dengan
subjek penelitian ini, penulis menggunakan teknik pendekatan terhadap narasumber
agar peneliti lebih mudah untuk
memperoleh informasi yaitu pemilihan seseorang untuk digali keterangannya
dengan dasar bertujuan. Dengan kata lain orang yang dipilih untuk dimintai
keterangan atau pendapat dilihat dari tujuan penelitiannya yaitu untuk
mengetahui makna dan keberadaan Nyepi Adat Luh dan Nyepi Muani. Sehingga orang
yang diperlukan untuk dimintai keteangannya ditunjuk berdasarkan profesi
penting yang diduduki di Desa Adat Ababi yaitu para Prajuru desa, dan Jero Mangku desa.
3.4. Sumber
Data
Yang dimaksudkan sumber data dalam penelitian ini adalah
benda, hal atau orang tempat peneliti mengamati, membaca atau bertanya tentang data yang akan
diinginkan. Dengan demikian sumber data yang akan dipergunakan penulis dalam
penelitian ini adalah:
1.
Person (orang)
yaitu sebagai narasumber dimana peneliti bertanya mengenai variabel atau objek
yang sedang diteliti, yang dalam hal ini penulis menggunakan Kepala Desa Adat
berserta Para Prajuarunya, dan Jero
Mangku Desa (pemimpin upacara agama hindu) dan tidak menutup kemungkinan warga
desa Ababi yang tahu pasti tentang permasalahan yang diteliti. Dalam hal ini
sumber data yang diperoleh berdasarkan keterangan dan pengalaman informan
tentang Nyepi Adat di Desa Adat Ababi.
2.
Buku
yaitu sebagai sumber informasi dimana peneliti mencari informasi di dalam
sebuah buku agar peneliti lebih bisa memahami metode penelitian yang dilakukan.
Dalam hal ini penulis menggunakan Skripsi milik dari Putu Redi Gunawirawan
sebagai pedoman atau contoh agar peneliti bisa merangkai sebuah kalimat.
3.5. Tehnik
Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data yang diinginkan di dalam
penelitian ini menggunakan teknik wawancara.
3.5.1
Teknik Wawancara
Pengumpulan data
yang dilakukan dengan menggunakan teknik ini bertujuan mendapatkan pendapat dan
keterangan dari informan melalui tanya jawab secara langsung. Pengumpulan data
dengan mempergunakan teknik wawancara adalah cara untuk memperoleh data dengan
jalan melakukan tanya jawab yamg sederhana. Peneliti memilih wawancara dengan
para Prajuru Desa Adat Ababi, Jero
Mangku Made Adnyana dan beberapa Pengelingsir desa sebab mereka tahu pasti
tentang keberadaan Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Adat Ababi. Dengan
demikian, peneliti disini berperan sebagai pihak pencari informasi sedangkan
Para Prajuru Desa, Jero Mangku, dan Pengelingsir Desa lainnya berperan sebagai
pihak pemberi keterangan (informan). Wawancara adalah suatu kegiatan mencari
informasi yang dilakukan dengan tanya jawab satu orang sebagai pencari
informasi sedangkan yang satunya sebagai pemberi informasi. Selama dalam
pnerapan teknik wawancara ini akan mengalami beberapa kendala seperti kesibukan
Para Prajuru desa selain menjalankan roda pemerintahan desa. Yang menyebabkan
susahnya mereka dicari pada jam-jam pagi dan siang. Karena sebagian besar Para
Prajuru desa tersebut bekerja di luar desa, ada yang menjadi dosen, buruh dan
lain sebagainya. Sehingga peneliti dalam hal ini mengambil waktu wawancara pada
jam-jam sore dan malam. Sebab pada jam-jam ini Para Prajuru desa tersebut telah
berkumpul kembali dengan keluarganya di rumah. Selain itu suasana untuk
melakukan wawancara akan menjadi lebih kondusif karena informan yang dimintai
keterangan berada dalam kondisi yang tidak sibuk atau terlapas dari kepenatan
pekerjaan sehari-hari mereka.
Adapun langkah-langkah yang dilakukan sebelum
melaksanakan pengumpulan data dengan mempergunakan teknik wawancara, dengan
tujuan memperkecil kendala-kendala yang dihadapi ketika mengumpulkan data
dengan mempergunakan teknik ini antara lain seperti.
1.
Menyusun
beberapa pertanyaan atau angket yang relevan dengan rumusan masalah penelitian
secara sistematis sehingga didalam melakukan wawancara jawaban yang diinginkan
dapat dituntun seakurat mungkin dengan tidak melenceng dari tujuan wawancara,
guna pemenuhan kebutuhan jawaban yang diinginkan untuk menjawab rumusan masalah
penelitian.
2.
Menyiapkan
alat bantu dalam melaksanakan wawancara yaitu alat tulis dan kamera. Hal ini
dilakukan agar peneliti mudah mengingat hasil wawancara yang dilakukan.
Sehingga dapat mempermudah di dalam pentabulasian data.
1.5.2
Obsevasi
Diantara berbagai metode penelitian dalam bidang tradisi,
metode observasi tempaknya merupakan metode yang penting dan harus mendapat
perhatian selayaknya. Observasi mengungkapkan gambaran sistematis mengenai
peristiwa, tingkah laku, benda atau karya yang dihasilkan dan peralatan yang
digunakan. Penggunaan metode observasi secara tepat yang sesuai dengan
persyaratan yang digunakan dalam teknik-tekniknya, baik digunakan secara
tersendiri maupun digunakan secara bersama-sama dengan metode lainnya dalam
suatu kegiatan di lapangan, akan sangat bermanfaat untuk memperoleh data yang
tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Peneliti memilih cara ini
karena peneliti secara langsung turun kelapangan untuk mencari informasi tentang
tradisi Nyepi Luh dan Nyepi Muani di Desa Adat Ababi.
Komentar
Posting Komentar